merangkum gerak dan celoteh wanita kelas,
aku sipitkan sebelah mata untuk melihat lingkup hidupmu.
impiku ke cairo telah sirna atas senyumnya,
semangat atas dukungannya,
hari harinya adalah bagian penyemangatku datang ke sekolah.
setia duduk tersenyum merona di bangku SMP.
tak menyangka, waktu datang lebih cepat dari umurku,
kelas 9, satu tahun terakhir bersamanya.
untuk kamu, wanita penulis sajak
walau kau tak cinta,
tetap hadir walau sebatas aku terbaring di ruangan bertuliskan dalam nisan.
Untuk kawanku Idham Cholid Syarief
heheee, piss daaamm ! 


hahahahahahaaaa, gaul nya daaam ?
BalasHapusooo , ini tea puisi nu gna bilang buatan idam ? hha. dasar. eh , tp keren da. daleemmm :P
BalasHapus*btw, gnaa.daaam. jadi follower aku lah :D